IDENTIFIKASI MAKNA KATA دار DALAM AL-QUR’AN


 

A.      PENDAHULUAN

Semantik merupakan salah satu cabang linguistik yang mengkaji makna bahasa. Posisi fungsional semantik ini didasarkan pada suatu realita bahwa tidak ada bahasa tanpa makna dan salah satu yang dibahas dalam semantik bahasa arab adalah pembahasan tentang polisemi. Polisemi adalah adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Soedjito dan Djajasudarma (dalam Ainin & Asrori, 2008: 79) mendefinisikan polisemi merupakan kata yang mempunyai makna banyak (ganda / lebih dari satu).

Polisemi sering kali dikacaukan dengan homonimim, akan tetapi Soedjito (dalam Ainin & Asrori, 2008: 80) menjelaskan bahwa polisemi bersumber pada satu kata saja dan maknanya masih berhubungan atau berdekatan. Sedangkan homonimi bersumber pada dua kata atau lebih dan maknanya tidak berhubungan.

Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang jenis kata yang mempunyai banyak makna dan maknanya masih berhubungan, yaitu

 “ Identifikasi Makna Kata دار Dalam Al-Qur’an”.

 

B.       DEFINISI دار

Dalam kamus al-munawwir kata الدار berarti rumah atau tempat tinggal. Akan tetapi, jika kata ini disandarkan dengan kalimat lain, maka tidak lagi bermakna rumah, contoh: دار البلد artinya negeri, دار البقاء  artinya akhirat, dan lain-lain. Sedangkan dalam al-Qur’an kata ini mempunyai makna tempat tinggal, negeri, surga dan neraka. Al-Qur’an menyebutkan kata دار sebanyak 36 kali dalam beberapa surat yaitu:

 

Tempat Tinggal

Negeri

Surga

Neraka

·      QS. Al-A’raf: 78 & 91

·      QS. Hud: 65, 67, 94

·      QS. Al-Qashash: 81

·      QS. Al-Ankabut: 37

·      QS. Al-Ahzab: 27

·      QS. Ar-Ra’du: 22, 24

 

·    QS. Al-Baqarah: 84, 85, 243, 246

·    QS. Al-Imran: 195

·    QS. Al-Hajj: 40

·    QS. Al-A’raf: 145

·    QS. Al-Hasr:9

·    QS. Shad : 46

 

·       QS. Al-An’am: 127,135

·       QS. Yunus: 25

·      QS. An-Nahl: 30

·      QS. Faathir: 35

·      QS. Ghofir: 39

·      QS. Al-Baqarah: 94

·      QS. Ar-Ra’du:42

·      QS. Al-Qashash:77, 83, 37

·      QS. Al-‘Ankabut: 64

·       QS. Ibrahim: 28

·       QS. Fushshilat: 28

·       QS. Ar-Ra’du:25

·       QS. Al-Mu’min:52

 

 

C.      ANALISIS KATA دار

1.      Kata الدار  yang bermakna surga, dalam Al Qur’an

a)      QS. Al-Baqarah: 94

ö@è% bÎ) ôMtR%x. ãNà6s9 â‘#£9$# äotÅzFy$# yYÏã «!$# Zp|ÁÏ9%s{ `ÏiB Èbrߊ Ĩ$¨Y9$# (#âq¨ZyJtFsù |NöqyJø9$# bÎ) ÷LäêYà2 šúüÏ%Ï»|¹ ÇÒÍÈ  

“Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, Maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar.”

 

Menurut imam Thabrani ayat tersebut merupakan jawaban perkataan kaum yahudi لَن يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَن كَانَ هُوداً أَوْ نَصَارَى, maka Allah menyindirnya dengan ayat tersebut yang bermakna jika mereka (kaum Yahudi) menganggap surga hanya milik mereka tidak untuk orang lain, maka hendaknya mereka segera berharap pada kematian untuk membuktikan kebenaran atas perkataan mereka. Lafadz الدار pada ayat tersebut menurut Imam Thabrani bermakna surga.

 

b)      QS. Al-An’am: 135

ö@è% ÉQöqstƒ (#qè=yJôã$# 4n?tã öNà6ÏGtR%s3tB ÎoTÎ) ×@ÏB$tã ( t$öq|¡sù šcqßJn=÷ès? `tB Ücqä3s? ¼çms9 èpt7Étã Í‘#¤$!$# 3 ¼çm¯RÎ) Ÿw ßxÎ=øÿムšcqßJΩà9$# ÇÊÌÎÈ  

“Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, Sesungguhnya akupun berbuat (pula). kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.”

 

Dalam tafsir Ibnu Abbas lafadz الدار pada ayat tersebut bermakna surga. Begitu pula dalam tafsir Al Jalalain bermakna hadiah dari perbuatan baik kita di dunia.

 

c)      QS. Ar-Ra’du:42

ôs%ur ts3tB tûïÏ%©!$# `ÏB óOÎgÎ=ö6s% ¬Tsù ãõ3yJø9$# $YèŠÏHsd ( ÞOn=÷ètƒ $tB Ü=Å¡õ3s? @ä. <§øÿtR 3 ÞOn=÷èuyur ㍻¤ÿä3ø9$# ô`yJÏ9 Ót<ø)ãã Í‘#¤$!$# ÇÍËÈ  

 

“dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah Mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh Setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.”

 

Dalam tafsir Al Jalalain lafadz الدار pada ayat tersebut bermakna tempat tinggal bagi yang telah beramal baik di dunia, yaitu nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya. Sedangkan dalam tafsir Ibnu Abbas, lafadz الدار dalam ayat tersebut bermakna surga.

 

 

 

d)      QS. Al-Qashash:77

Æ÷tGö/$#ur !$yJ‹Ïù š9t?#uä ª!$# u‘#¤$!$# notÅzFy$# ( Ÿwur š[Ys? y7t7ŠÅÁtR šÆÏB $u÷R9$# ( `Å¡ômr&ur !$yJŸ2 z`|¡ômr& ª!$# šøs9Î) ( Ÿwur Æ÷ö7s? yŠ$|¡xÿø9$# Îû ÇÚöF{$# ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä tûïÏÅ¡øÿßJø9$# ÇÐÐÈ  

 

 “dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

 

Dalam tafsir ibnu Abbas kata  الدار pada ayat tersebut bermakna surga, yang artinya hendaknya kita tidak melupakan kebahagiaan yang telah dianugerahkan oleh Allah di akhirat yakni surga, hanya karena kita tergoda oleh kenikmatan dunia.

Dalam tafsir al Jalalain kata الدار  bermakna surga, hendaknya kita mencari anugerah yang telah dianugerahkan Allah kepada kita yaitu surga, melalui perbuatan baik kita terhadap orang lain. Begitu juga dalam tafsir Ibnu Abbas kata الدار الآخرة pada ayat tersebut bermakna surga,

Meskipun lafadz الدار dalam ayat tersebut diterjemahkan negeri, namun dalam tafsir Al Jalalain dan tafsir Ibnu Abbas bermakna surga.

 

e)      QS. Al-Qashash: 83

y7ù=Ï? â‘#¤$!$# äotÅzFy$# $ygè=yèøgwU tûïÏ%©#Ï9 Ÿw tbr߃̍ム#vqè=ãæ Îû ÇÚöF{$# Ÿwur #YŠ$|¡sù 4 èpt7Éyèø9$#ur tûüÉ)­FßJù=Ï9 ÇÑÌÈ 

 

“negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

 

Dalam tafsir Al Jalalain lafadz الدار pada ayat tersebut bermakna surga, yang dimaksudkan negara akhirat dalam terjemah ayat di atas adalah kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat.

 

f)       QS. Al-‘Ankabut: 64

$tBur ÍnÉ»yd äo4quysø9$# !$u÷R$!$# žwÎ) ×qôgs9 Ò=Ïès9ur 4 žcÎ)ur u‘#¤$!$# notÅzFy$# }Îgs9 ãb#uquptø:$# 4 öqs9 (#qçR$Ÿ2 šcqßJn=ôètƒ ÇÏÍÈ  

“dan Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”

 

Dalam tafsir al Jalalain lafadz الدار pada ayat tersebut bermakna akhirat, yang maksudnya adalah kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di akhirat.

 

g)      QS Al-Qashash: 37

tA$s%ur 4ÓyqãB þÎn1u ãNn=÷ær& `yJÎ/ uä!$y_ 3yßgø9$$Î/ ô`ÏB ¾ÍnÏYÏã `tBur ãbqä3s? ¼çms9 èpt7Étã Í‘#¤$!$# ( ¼çm¯RÎ) Ÿw ßxÎ=øÿムšcqßJΩà9$# ÇÌÐÈ  

Musa menjawab: "Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim.”

 

Dalam tafsir al Jalalain lafadz الدار pada ayat tesebut negeri akhirat, sedangkan dalam tafsir ibnu Abbas bermakna surga di akhirat.

 

h)      QS. Al-An’am: 127

* öNçlm; â‘#yŠ Én=¡¡9$# yZÏã öNÍkÍh5u ( uqèdur OßgÏ9ur $yJÎ/ (#qçR%x. tbqè=yJ÷ètƒ ÇÊËÐÈ  

“Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan”.

 

Maksud dari makna kata surga pada ayat tersebut dalam tafsir Al-Misbah adalah pada ayat sebelumnya, yakni surat Al-An’am 126 dijelaskan bahwa Allah SWT telah menyiapkan jalan yang lurus serta sarana lainnya agar lebih mudah sampai pada tujuan mereka supaya mereka berusaha mengingat dan mengambil pelajaran. Dijelaskan dalam ayat selanjutnya, untuk mereka yag mengambil pelajaran maka telah disediakan bagi mereka negeri aman yakni surga yang penuh kedamaian.

 

i)       QS. Yunus: 25

ª!$#ur (#þqããôtƒ 4n<Î) Í‘#yŠ Én=¡¡9$# Ïökuur `tB âä!$t±o 4n<Î) :ÞºuŽÅÀ 8É)tFó¡B ÇËÎÈ  

“Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang Lurus (Islam)”.

 

Maksud dari makna kata surga pada ayat tersebut menurut Al-Biqa’i dalam tafsir Al-Misbah adalah Allah AWT menjelaskan bahwa negeri yang Allah ajak manusia menuju kepada-Nya adalah negeri yang aman penuh kedamaian dan keselamatan yang tanpa bahaya, yaitu Dar as-Salam.

 

j)       QS. An-Nahl: 30

* ŸÏ%ur tûïÏ%©#Ï9 (#öqs)¨?$# !#sŒ$tB tAtRr& öNä3š/u 4 (#qä9$s% #ZŽöyz 3 šúïÏ%©#Ïj9 (#qãZ|¡ômr& Îû ÍnÉ»yd $u÷R9$# ×puZ|¡ym 4 â‘#t$s!ur ÍotÅzFy$# ׎öyz 4 zN÷èÏZs9ur â‘#yŠ tûüÉ)­GßJø9$# ÇÌÉÈ  

“Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. dan Sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan Itulah Sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa”.

 

Maksud dari makna kata surga pada ayat tersebut dalam tafsir Al-Misbah adalah balasan baik bagi orang-orang yang bertakwa. Balasan baik itu antara lain adalah surga-surga ‘Adn, yang mereka akan masuki, mengalir dibawahnya sungai-sungai. Demikianlah Allah membalas orang-orang bertakwa yakni yang mantap ketakwaannya.

 

2.      Kata الدار yang bermakna  negeri dalam Al Qur’an

a)      QS. Al-Hasr:9

tûïÏ%©!$#ur râä§qt7s? u‘#¤$!$# zyM}$#ur `ÏB ö/ÅÏ=ö7s% tbq7Ïtä ô`tB ty_$yd öNÍköŽs9Î) Ÿwur tbrßÅgs Îû öNÏdÍrßß¹ Zpy_%tn !$£JÏiB (#qè?ré& šcrãÏO÷sãƒur #n?tã öNÍkŦàÿRr& öqs9ur tb%x. öNÍkÍ5 ×p|¹$|Áyz 4 `tBur s-qム£xä© ¾ÏmÅ¡øÿtR šÍ´¯»s9'ré'sù ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÒÈ 

 

“dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung”

Dalam ayat tersebut lafadz الدار bermakna kota yaitu kota madinah. Sebagaimana telah dijelaskan dalam tafsir al Jalalain yang bermakna kota. Begitu juga dalam tafsir ibnu Abbas dijelaskan lafadz الدار bermakna kota yang di hijrahi oleh nabi Muhammad dan para sahabat-sahabatnya.

 

b)      QS. Shad : 46

!$¯RÎ) NßoYóÁn=÷zr& 7p|ÁÏ9$sƒ¿2 tò2ÏŒ Í‘#¤$!$# ÇÍÏÈ  

“Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang Tinggi Yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.”

 

Dalam ayat tersebut lafadz الدار bermakna negeri, begitu juga dalam tafsir ibnu abbas, lafadz tersebut bermakna negeri. Dalam tafsir ibnu abbas dijelaskan bahwa yang dimaksud mengingatkan kepada negeri akhirat yaitu selalu ingat pada Allah dan pada akhirat.

c)      QS. Al-Baqarah: 84

øŒÎ)ur $tRõs{r& öNä3ssWÏB Ÿw tbqä3Ïÿó¡n@ öNä.uä!$tBÏŠ Ÿwur tbqã_̍øƒéB Nä3|¡àÿRr& `ÏiB öNä.̍»tƒÏŠ §NèO ÷Länötø%r& óOçFRr&ur tbrßuhô±n@ ÇÑÍÈ  

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya”.

 

Maksud dari makna kata kampung halaman (negeri) pada ayat tersebut dalam Tafsir Al-Jalalaini adalah kisah bani Israil yang mengikrarkan janji mereka utuk tidak mengusir saudara sebangsa mereka dari kampung halamanya.

 

d)      QS. Al-Baqarah: 85

§NèO öNçFRr& ÏäIwàs¯»yd šcqè=çGø)s? öNä3|¡àÿRr& tbqã_̍øƒéBur $Z̍sù Nä3ZÏiB `ÏiB öNÏd̍»tƒÏŠ tbrãysàs? NÎgøŠn=tæ ÄNøOM}$$Î/ Èurôãèø9$#ur ........ ÇÑÎÈ  

“Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan;.....

 

Maksud dari makna kata kampung halaman (negeri) pada ayat tersebut dalam Tafsir Al-Jalalaini adalah Bani Israil yang mengingkari janji mereka dengan Allah SWT dengan mengusir saudara saudara sebangsa mereka dari kampung halamannya.

 

e)      QS. Al-Baqarah: 243

* öNs9r& ts? n<Î) tûïÏ%©!$# (#qã_tyz `ÏB öNÏd̍»tƒÏŠ öNèdur î$qä9é& uxtn ÏNöqyJø9$# tA$s)sù ÞOßgs9 ª!$# (#qè?qãB §NèO óOßuômr& 4 žcÎ) ©!$# rä%s! @@ôÒsù n?tã Ĩ$¨Z9$# £`Ås9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Y9$# Ÿw šcrãà6ô±o ÇËÍÌÈ  

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; Maka Allah berfirman kepada mereka: "Matilah kamu", kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”.

 

Maksud dari makna kata kampung halaman (negeri) pada ayat tersebut dalam Tafsir Ibnu Abbas adalah Allah menceritakan ulang dan untuk lebih memperhatikan kejadian zaman dulu sebelum Nabi Muhammad SAW. Dimana ayat ini menceritakan tentang kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta dijalan Allah SWT. Mereka (Bani Israil) beribu-ribu jumlahnya keluar dari kampung halaman mereka (kabur/melarikan diri) dari kewajiban jihad mereka.

 

 

 

 

 

 

3.         Kata الدار yang bermakna  tempat tinggal dalam Al Qur’an

a)      QS. Ar-Ra’du: 22

tûïÏ%©!$#ur (#rçŽy9|¹ uä!$tóÏGö/$# Ïmô_ur öNÍkÍh5u (#qãB$s%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qà)xÿRr&ur $£JÏB öNßuZø%yu #uŽÅ  ZpuÏRŸxtãur šcrâäuôtƒur ÏpoY|¡ptø:$$Î/ spy¥ÍhŠ¡¡9$# y7Í´¯»s9'ré& öNçlm; Ót<ø)ãã Í‘#¤$!$# ÇËËÈ         

“dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),”

 

Pada ayat tersebut lafadz الدار  dalam tafsir  Al Jalalain bermakna tempat tinggal, yaitu tempat tinggal kita setelah di dunia, yakni di akhirat (karena lafadz tersebut menjadi mudhof ilaih dari lafadz عقبى yang berarti kesudahan). Sedangkan dalam  tafsir Ibnu Abbas lafadz الدار pada ayat tersebut mengandung makna surga.

 

b)      QS.  Ar-Ra’du:24

ín=y /ä3øn=tæ $yJÎ/ ÷Län÷Žy9|¹ 4 zN÷èÏYsù Ót<ø)ãã Í‘#¤$!$# ÇËÍÈ  

“(sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum”. Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”

 

Dalam tafsir Al Jalalain lafadz الدار pada ayat tersebut bermakna tempat tinggal, yang dimaksudkan adalah tempat tinggal kita sesudah di dunia. Sedangkan menurut Abdullah ibnu Abbas dalam kitabnya lafadz الدار  pada ayat tersebut bermakna surga.

 

 

 

c)      QS. Al-A’raf: 78

ÞOßgø?xs{r'sù èpxÿô_§9$# (#qßst7ô¹r'sù Îû öNÏdÍ‘#yŠ tûüÏJÏW»y_ ÇÐÑÈ  

“Karena itu mereka ditimpa gempa, Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka”.

 

Maksud dari makna kata tempat tinggal pada ayat tersebut dalam Tafsir Al-Jalalaini adalah kisah nabi Shaleh a.s. yang di utus Allah SWT kepada kaum tsamud untuk penyampaikan amanat dari-Nya untuk menjaga unta betina, akan tetapi mereka melanggar dengan menyembelih unta betina tersebut. Karena itu mereka ditimpa siksaan yang sangat pedih yaitu gempa dan suara yang mengguntur dari langit, dan mereka menjadi mayat yang bergelimpangan dirumah mereka sendiri.

 

d)      QS. Hud: 65

$ydrãs)yèsù tA$s)sù (#qãè­GyJs? Îû öNà2Í‘#yŠ spsW»n=rO 5Q$­ƒr& ( šÏsŒ îôãur çŽöxî 5>räõ3tB ÇÏÎÈ  

“Mereka membunuh unta itu, Maka berkata Shaleh: "Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan”

 

Maksud dari makna kata tempat tinggal pada ayat tersebut dalam Tafsir Al-Jalalaini dan Ibnu Abbas adalah perkataan nabi Shaleh a.s. kepada kaum Tsamud setelah membunuh unta betina untuk bersenang-senang dirumah mereka selama 3 hari dan setelah itu akan datang adzab dari Allah yaitu janji (siksaan pedih) yang tidak ada satupun yang bisa menghindarinya.

 

4.         Kata الدار yang bermakna neraka dalam Al Qur’an

a)      QS. Ar-Ra’du:25

tûïÏ%©!$#ur tbqàÒà)Ztƒ yôgtã «!$# .`ÏB Ï÷èt/ ¾ÏmÉsVÏB šcqãèsÜø)tƒur !$tB ttBr& ª!$# ÿ¾ÏmÎ/ br& Ÿ@|¹qムtbrßÅ¡øÿãƒur Îû ÇÚöF{$#   y7Í´¯»s9'ré& ãNßgs9 èpoY÷è¯=9$# öNçlm;ur âäþqß Í‘#¤$!$# ÇËÎÈ  

“orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan Mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang Itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).”

 

Dalam tafsir Al Jalalain lafadz الدار pada ayat tersebut bermakna tempat kediaman kita  di akhirat akibat dari ulah buruk kita yaitu neraka jahannam. Begitu juga dalam tafsir Ibnu Abbas lafadz الدار pada ayat tersebut bermakna neraka di akhirat.

 

b)      QS. Al-Mu’min:52

tPöqtƒ Ÿw ßìxÿZtƒ tûüÏJΩà9$# öNåkèEuÉ÷ètB ( ãNßgs9ur èpuZ÷è¯=9$# öNßgs9ur âäþqß Í‘#¤$!$# ÇÎËÈ  

“(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la'nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.”

 

Dalam tafsir ibnu abbas lafadz الدار pada ayat tersebut bermakna neraka.

 

c)      QS. Ibrahim: 28

* öNs9r& ts? n<Î) tûïÏ%©!$# (#qä9£t/ |MyJ÷èÏR «!$# #\øÿä. (#q=ymr&ur öNßgtBöqs% u‘#yŠ Í‘#uqt7ø9$# ÇËÑÈ  

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan (neraka)”.

 

Maksud dari makna kata neraka pada ayat tersebut dalam tafsir Ibnu Abbas adalah Allah menceritakan ulang dan untuk lebih memperhatikan kejadian Tokoh-tokoh (kaum Musyrikin) pada masa Nabi Muhammad SAW. Dimana ayat ini menceritakan tentang akibat kekufuran mereka kepada ni’mat Allah serta mempersekutukan-Nya. Untuk itu Allah telah menyiapkan lembah kebinasaan yaitu neraka jahannam; kelak mereka masuk kedalamnya terbakar oleh kobaran api dan tersiksa oleh berbagai alat siksaan. Dan itulah seburuk-buruknya tempat kediaman.

 

d)      QS. Fushshilat: 28

y7ÏsŒ âä!#ty_ Ïä!#yôãr& «!$# â‘$¨Y9$# ( öNçlm; $pÏù â‘#yŠ Ï$ù#èƒø:$# ( Lä!#ty_ $oÿÏ3 (#qçR%x. $uZÏG»tƒ$t«Î/ tbrßysøgs ÇËÑÈ  

“Demikianlah Balasan terhadap musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai Balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat kami”.

 

Maksud dari makna kata neraka pada ayat tersebut dalam tafsir Al-Misbah adalah ayat ini menceritakan tentang pembalasan Allah terhadap orang-orang kafir karena sikap mereka mereka terhadap Al-Qur’an dan ajaran-ajaran Islam. Allah bersumpah bahwa mereka akan merasakan siksa yang pedih baik di dunia maupun di akhirat. Dan mereka akan menerima seburuk-buruknya balasan yakni neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal didalamnya sebagai pembalasan atas keingkaran mereka yang terus menerus terhadap ayat-ayat Allah.

 

D.      KESIMPULAN

Dari contoh-contoh yang telah dipaparkan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kata دار pada beberapa potongan ayat dalam Al-Qur’an mempunyai banyak makna (polisemi).

Kata دار dalam bahasa Indonesia berarti tempat tinggal (rumah), yang mana kata دار bukan saja diartikan sebagai rumah, dan setelah dianalisis makna kata دار ditemukan ada empat makna seperti yang telah disebutkan di atas.

Makna kata دار atau derivasinya menurut Ainin dan Asrori (2008: 189) didalam Al-Qur’an digunakan untuk membicarakan tiga hal, yaitu (a) penghancuran kaum-kaum terdahulu sebagai akibat dari keingkaran dan kedhaliman yang mereka perbuat pada nabi; (b) keterseriusan orang-orang beriman karena keimanan mereka dan atau keterseriusan bani Israil karena kezaliman di antara mereka; (c) hari akhirat.

Berdasarkan identifikasi yang telah dipaparkan di atas, di dalam ayat yang mengandung pembicaraan tentang keterusiran atau pengusiran, kata diya:r (jamak dari da:ar) tidak mempunyai makna tempat tinggal atau rumah, melainkan negeri. Hal itu dikarenakan yang terjadi tidaklah sekedar pengusiran dari rumah, melainkan pengusiran dari negeri atau kampung.

Adapun pada ayat-ayat yang mengandung pembicaraan tentang akhirat. Kata da:ar mempunyai makna ‘surga’. Dalam hal ini, kata da:r tidak berdiri sendiri, akan tetapi dalam bentuk tunggal definit dan bearatribut al-akhiroh atau as-sala:m. Dengan kata lain, berada dalam kontruksi frasa ad-da:r al-akhiroh atau da:ru-s sala:m. Namun, bukan berarti hanya lafadz ad-da:r al-akhiroh atau da:ru-s sala:m saja yang mempunyai makna surga.

Dalam beberapa ayat di atas, terdapat beberapa perbedaan makna dalam tafsir Al Jalalain dan tafsir Ibnu Abbas pada kata ad-da:r­. Hal ini disebabkan adanya perbedaan dalam pemikiran kedua tokoh pengarang tafsir tersebut dalam mengidentifikasi makna.

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Makna Idiomatis dan Makna Peribahasa (Semantik)

IBDA:L DAN WAQAF

SEJARAH SASTRA PADA ZAMAN ABBASIYAH