Makna Kiasan (Semantik)

 Makna Kiasan

            Makna Kiasan (transfered meaning atau figurative meaning) adalah pemakaian kata yang maknanya tidak sebenarnya (Harimurti dalam Pateda, 1985: 108). Makna kiasan sudah bergeser dari makna sebenarnya. Makna kiasan atau makna kias digunakan sebagai kebalikan dari makna sebenarnya (Chaer dalam Ainin dan Asrori, 2008: 53). Makna kias adalah makna suatu satuan bahasa yang bukan makna sebenarnya (leksikal, konseptual, dan denotatif).

            Pateda (2001) mengemukakan bahwa makna kias banyak terdapat di dalam idiom, peribahasa, dan ungkapan. Adapun Chaer (2002) mengemukakan bahwa idiom, ungkapan, dan metafora merupakan tiga istilah dengan objek pembicaraan yang sama dari sisi pandang yang berbeda. Idiom dilihat dari segi makna, yaitu adanya penyimpangan makna dari makna leksikal dan makna gramatikal unsur-unsur pembentuknya. Ungkapan dilihat dari segi ekspresi kebahasaan. Sedangkan metafora dilihat dari segi ada - tidaknya unsur pembanding.

            Dalam bahasa Indonesia terdapat kata bintang yang bermakna benda langit yang berkelip-kelip jika dilihat pada waktu malam. Namun kalau seseorang berkata “ Dia bintang lapangan”. Urutan kata bintang lapangan bermakna kiasan, orang yang terampil bermain sepak bola. Karena itu dalam bahasa Indonesia terdapat pula urutan kata bintang sinetron, bintang film. Urutan kata ini semuanya berhubungan dengan makna yang diunggulkan.

            Seperti juga dalam bahasa Indonesia  terdapat kata menyemut yang bermakna banyak sudah seperti semut. Itu sebabnya muncul kalimat: Masyarakat yang menghadiri penampilan artis-artis ibukota menyemut di tanah lapang. Kita tentu sudah pernah melihat semut yang banyak berkerumun di sarangnya. Dalam hal ini orang tidak memaknakannya bahwa manusia sudah menjadi semut, tetapi manusia berkumpul sudah seperti semut.  

            Sedangakan dalam bahasa Arab terdapat kata سفينة  ‘kapal atau kendaraan laut’. Tetapi kalau dikatakan سفينة الصحراء tentu tidak lagi bermakna kendaraan laut atau kapal. Kata

 سفينة الصحراء mempunyai makna kias ‘Unta’. Dalam hal ini Unta di padang pasir disamakan atau diperumpamakan dengan kapal di laut. Dalam Al-Qur’an terdapat kata النجدين  pada ayat

وهديناه النجدين (surat Al-Balad). Kata النجدين merupakan bentuk dual/ mutsanna dari النجد yang bermakna jalan atau gunung. النجد juga merupakan salah satu wilayah pegunungan di Mekkah/ Saudi. Tetapi kata النجدين pada ayat di atas tidak mengacu pada jalan yang menanjak dan menurun ataupun bukit dan jurang. Kata tersebut tidak lain digunakan dengan makna kias atau sebagai kiasan dari jalan kebaikan atau kebenaran dan jalan kesesatan.

Daftar Pustaka:

Pateda, M. 1995. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Ainin, M dan Asrori, Imam. 2008. Semantik Bahasa Arab. Surabaya: Hilal Pustaka. 

Comments

Popular posts from this blog

Makna Idiomatis dan Makna Peribahasa (Semantik)

IBDA:L DAN WAQAF

SEJARAH SASTRA PADA ZAMAN ABBASIYAH