FAKTOR KESULITAN BELAJAR

PEMBAHASAN

 

A.Jenis Masalah Belajar
            Kesulitan belajar bukanlah suatu diagnosis tunggal semata-mata, melainkan terdiri dari berbagai jenis gangguan dengan berbagai macam gejala, penyebab, pengobatan dan perjalanan penyakit. Tidak semua problem belajar merupakan suatu kesulitan belajar. Ada anak yang menunjukkan perkembangan suatu keahlian tertentu lebih lambat daripada anak lain seusianya dan sebaliknya, tetapi masih dalam batas kewajaran. Untuk menentukan apakah seorang anak mengalami kesulitan belajar tertentu atau tidak digunakan pedoman yang diambil dari Diagnostic & Statistical Manual of Mental Disorders IV ( DSM - IV ).
Ada 2 kelompok besar kesulitan belajar, yaitu :
1. Gangguan Perkembangan Wicara & Berbahasa
            Problem wicara & bahasa seringkali merupakan indikator awal adanya kesulitan belajar pada seorang anak. Gangguan berbahasa pada anak usia balita berupa keterlambatan komunikasi baik verbal ( berbicara ) maupun non-verbal. Secara umum dapat dikatakan bahwa bila anak berusia 2 tahun belum dapat mengatakan kalimat 2 kata yang berarti, maka anak mengalami
keterlambatan perkembangan wicara-bahasa.
Anak dengan Gangguan Perkembangan Wicara & Bahasa dapat mengalami kesulitan
untuk ;
• Memproduksi suara huruf/kata tertentu
• Menggunakan bahasa verbal/tutur dalam berkomunikasi, tetapi
pemahaman bahasanya baik.
Orang tua sering kali berkata “ anak saya
mengerti apa yang saya ucapkan, tetapi belum bisa berbicara “.
• Memahami bahasa verbal yang dikemukakan oleh orang lain,
walaupun kemampuan pendengarannya baik. Anak hanya dapat meniru kata-kata
tanpa mengerti artinya ( membeo ).
2. Gangguan Kemampuan Akademik ( Academic Skills Disorders )
            Ada 3 jenis Gangguan Kemampuan Akademik ;

1.      Gangguan Membaca
Membaca merupakan dasar utama untuk memperoleh kemampuan belajar di bidang
lainnya. Proses membaca ini merupakan suatu proses yang kompleks yang
melibatkan ke dua belahan otak. Persentasi dari Gangguan Membaca ini
dikatakan sebesar 2- 8 % dari anak usia sekolah. Anak yang mengalami
Gangguan Membaca menunjukkan adanya:
i. Inakurasi dalam membaca, seperti Membaca lambat, Sering terbalik dalam mengenali huruf dan kata, misalnya antara kuda dengan daku, palu dengan lupa, huruf b dengan d, p dengan q, dll

ii. Pemahaman yang buruk dalam membaca, dalam arti anak tidak mengerti isi cerita/teks yang dibacanya.

2. Gangguan Menulis Ekspresif
Kondisi  ini ditandai oleh ketidakmampuan anak untuk membuat suatu komposisi tulisan dalam bentuk teks, dan keadaan ini tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak seusianya. Gejala utamanya ialah adanya kesalahan dalam mengeja kata-kata, kesalahan tata bahasa, kesalahan tanda baca, paragraf dan tulisan tangan yang sangat buruk. Selain itu, mereka juga mengalami kemiskinan tema dalam karangannya.
3. Gangguan Berhitung
Gangguan Berhitung merupakan suatu gangguan perkembangan kemampuan aritmatika atau keterampilan matematika yang jelas mempengaruhi pencapaian prestasi akademiknya atau mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak.

B.Upaya Penangan Masalah Belajar :

A.    Secara akademik

B.     Secara psikologis

C.     Lingkungan

Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah belajar secara akademik antara lain:

  1. Pengumpulan data. Yaitu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terhadap obyek (siswa yang bermasalah) guna menemukan penyebab kesulitan belajar pada siswa.
  2. Pengolahan data. Agar diketahui sumber utama kesulitan belajar pada siswa secara tepat, maka data yang terkumpul harus diolah secara cermat karena masih mentah, belum dianalisis.
  3. Diagnosis, yaitu keputusan menentukan sumber kesulitan belajar.
  4. Prognosis, yaitu ramalan mengenai bantuan yang akan diberikan dalam mengatasi kesulitan belajar.
  5. Tretment/perlakuan, yaitu pemberian bantuan, seperti remedial teaching,  bimbingan belajar, dan mengatasi masalah pribadi.
  6. Evaluasi, yaitu untuk mengetahui apakah tretment yang telah diberikan berhasil atau gagal, apakah ada kemajuan belajar pada diri siswa atau tidak.

Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah belajar secara psikologis  antara lain:
1. Pemeriksaan terhadap anak dengan kesulitan belajar sebaiknya dilakukan oleh suatu tim kerja terpadu yang meliputi berbagai disiplin ilmu seperti:
a. Dokter anak
b. Psikiater anak
c. Psikolog
d. Orthopaedagog
2. Wawancara orang tua dan anak
o Riwayat kehamilan
o Riwayat perkembangan fisik dan mental anak
o Riwayat medik anak termasuk fungsi indera penglihatan dan pendengaran
o Riwayat keluarga dan ada tidaknya perubahan struktur keluarga
o Usia mulai timbulnya kesulitan belajar
o Ada tidaknya masalah kelurga yang dapat memicu timbulnya kesulitan belajar pada anak
o Apakah ada tanda-tanda pencenderaan pada anak, baik fisik, emosi atau seksual

Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah belajar secara lingkungan keluarga antara lain:
Orang tua memainkan peranan yang penting dalam meningkatkan prestasi belajar anaknya. Oleh karena itu ada beberapa petunjuk yang perlu diketahui oleh para orang tua :
-Pilih waktu yang baik untuk belajar
-Pakai buku yang digunakan guru di sekolah
-Ciptakan suasana belajar yang nyaman dan tenang
-Melatih anak untuk mendiskusikan isi suatu buku dengan hanya melihat judul    buku/sampulnya sebelum anak mulai membaca
-Melatih anak untuk mengenal angka atau huruf dengan alat peraga yang dapat diraba dan dengan warna-warna menarik
-Melatih anak untuk mengenal operasionalisasi tanda dalam matematika dengan memberikan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari
-Hindari komentar yang negatif
-Berikan kesempatan kepada anak bila ingin mencoba menyelesaikan pekerjaan rumahnya sendiri
-Membantu anak belajar sambil bermain

Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah belajar secara lingkungan sekolah antara lain:
Menurut Prayitno (Herman dkk, 2006:159-160) masalah belajar siswa dapat dientaskan melalui :
1. Pengajaran Perbaikan
Pengajaran perbaikan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok siswa yang mengalami masalah-masalah belajar dengan maksud untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam proses dan hasil belajar siswa.
2. Program Pengayaan
Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seseorang atau beberapa orang siswa yang sangat cepat dalam belajar.
3. Peningkatan Motivasi Belajar
Guru bidang studi, guru pembimbing, dan staf sekolah lainnya berkewajiban membantu siswa meningkatkan motivasi dalam belajar.
Salah satunya dengan cara menyesuaikan pengajaran dengan bakat, minat, dan kemampuan.
4. Pengembangan Sikap dan Kebiasaan Belajar yang Baik
Setiap siswa diiharapkan menerapkan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif karena prestasi belajar yang baik diperoleh melalui usaha atau kerja keras.
5. Layanan Konseling Individual
Dalam hubungan tatap muka antara konselor dengan klien (siswa) pada kegiatan konseling diupayakan adanya pengentasan masalah-masalah klien yang telah disampaikan pada konselor.

C.Kiat Belajar Mandiri

Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Seringkali orang menyalahartikan belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Kesalahpengertian tersebut terjadi karena pada umumnya mereka yang kuliah di universitas terbuka cenderung belajar sendiri tanpa tutor atau teman kuliah. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif, dengan ataupun tanpa bantuan orang lain dalam belajar.

Sebagai mahasiswa yang mandiri, kita tidak harus mengetahui semua hal. Kita juga tidak mengharapkan menjadi mahasiswa jenius yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Salah satu prinsip belajar mandiri adalah kita mampu mengetahui kapan kita membutuhkan bantuan atau dukungan pihak lain. Pengertian tersebut termasuk mengetahui kapan kita perlu bertemu dengan mahasiswa lain, kelompok belajar, bahkan tetangga yang kuliah di universitas lain. Bantuan atau dukungan dapat berupa kegiatan saling memotivasi untuk belajar. Bantuan atau dukungan dapat juga berarti kamus, buku literatur pendukung, kasus dari surat kabar, berita dari radio atau telivisi, perpustakaan, informasi, dan hal lain yang tidak berhubungan dengan orang.

Yang terpenting adalah kita mampu mengidentifikasi sumber-sumber informasi. Identifikasi sumber informasi ini dibutuhkan untuk memperlancar proses belajar  pada saat kita membutuhkan bantuan atau dukungan.

 

D.Kiat Belajar di Perguruan Tinggi

            Cara belajar & sistem belajar diperguruan tinggi jelas sangat berbeda dengan cara belajar di sekolah menengah umum. Belajar di perguruan tinggi memerlukan kemandirian dan disiplin pribadi. Setiap peserta kuliah dituntut aktif berpartisipasi tidak hanya datang untuk mencatat bahan kuliah, tetapi juga untuk berlatih dan berdiskusi dalam rangka memahami materi yang diajarkan.

Dosen-dosen akan sangat senang bila mahasiswanya aktif menanyakan setiap topik yang dibahas di dalam ruang kuliah maupun di luar kuliah. Biasanya dosen menyediakan waktu konsultasi di luar jam kuliah.

1.      Mekanisme Mengikuti Kuliah.
Jangan datang terlambat, karena bila teman2 terlambat maka akan kehilangan momen penting. Bila momen tersebut hilang, maka akan sulit untuk menyesuaikan diri pada laju perkuliahan & laju penyampaian materi yang membahas materi kuliah pada saat itu. Materi ini biasanya disampaikan dengan padat.
Periksalah materi perkuliahan dengan baik sebelum datang ke ruang kuliah.

2.      Sebaiknya teman2 telah mempelajari terlebih dahulu materi sebelumnya dan membaca materi yang akan diajarkan. Jika masih belum mengerti, diskusikanlah materi tersebut dengan dosen pengajar pada awal kuliah. Akan lebih baik lagi bila teman2 membaca materi yang akan diajarkan sehingga pada saat perkuliahan teman2 telah memiliki gambaran perkuliahan secara umum & tidak terlalu asing dengan istilah-istilah baru yang digunakan dalam perkuliahan.
Jangan dengan sengaja meninggalkan kuliah.

3.      Perkuliahan adalah suatu rangkaian penyampaian materi. Jika teman2 sekali tidak ikut kuliah, maka teman2 harus belajar sendiri untuk memahami materinya, dan jika materi tersebut belum dikuasai, maka akan sukar untuk memahami materi berikutnya. Perlu diingat bahwa hampir seluruh mata kuliah mensyaratkan agar dapat mengikut ujian, persentase kehadiran harus lebih dari 90 %.
Berpakaianlah secara sopan dan rapi.

4.      Cara berpakaian seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut. Berpakaian rapi meliputi mentaati norma dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat serta menutupi seluruh aurat dengan baik. Dengan berpakaian rapi selain tidak mengganggu orang lain juga menunjukkan bahwa kita memiliki norma dan sistem nilai yang luhur. Diwajibkan bagi para mahasiswa memakai sepatu saat menghadap dosen dan menghadiri perkuliahan.

 

            Keberhasilan dalam menyelesaikan studi di perguruan tinggi dalam waktu yang relative singkat merupakan impian seluruh mahasiswa, keluarga dan orang tua. Namun untuk dapat mencapai sukses yang diinginkan itu bukanlah hal yang mudah, karena cara belajar di perguruan tinggi lebih bersifat mandiri dibandingkan cara belajar di tingkat pendidikan sebelumnya (SMU/SMK) yang lebih banyak dibimbing secara langsung oleh para guru.

            Oleh karena itu, jika para mahasiswa tidak dapat menyesuaikan diri dalam belajar di perguruan tinggi, maka kemungkinan besar mahasiswa yang bersangkutan akan gagal mencapai gelar kesarjaan sebagaimana yang di cita-citakan, dan kalaupun berhasil mencapai gelar kesarjanaannya pasti waktu studi yang dipergunakan untuk meraih gelar tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama dari waktu normal yang seharusnya.

            Untuk membantu para mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya di perguruan tinggi dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, maka diperlukan kiat-kiat belajar yang sukses, yakni sebagai berikut.

1.      Waktu Mengikuti Kuliah.
Dalam sistem perkuliahan konvensional, para mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kuliah tatap muka minimal 75% dalam satu semester. Agar berhasil mendapatkan tambahan pengetahuan dari dosen dalam kegiatan perkuliahan tersebut maka sebelum berangkat ke kampus teman2 harus sudah mempersiapkan diri dengan membaca terlebih dahulu buku wajib dari materi kuliah yang akan disampaikan oleh para dosen pada hari itu. Untuk mengetahui jenis buku wajib dan materi apa yang akan disampaikan oleh dosen, maka teman2 dapat mengetahuinya dari Satuan Acara Perkuliahan (SAP), yang biasanya diberikan oleh dosen di awal perkuliahan pada setiap semesternya.

Seandainya teman2 belum mendapatkan SAP yang dibuat oleh dosen, teman2 dapat menanyakan garis-garis besar materi perkuliahan tersebut kepada pada rekan-rekan mahasiswa senior yang pernah mengikuti mata kuliah tersebut. Pakar pembelajaran dewasa ini sependapat bahwa keberhasilan dan kebermaknaan dalam belajar ditentukan oleh kesiapan belajar (readness of learning), demikian pandangan konstruktivisme dalam pembelajaran.

Selain sudah membaca materi perkuliahan, teman2 juga diharapkan tidak terlambat dalam mengikuti perkuliahan, karena jika teman2 terlambat selain dapat mengganggu kosentrasi dosen dan para mahasiswa lain yang sedang belajar, kemungkinan teman2 juga tidak akan dapat membuat kesimpulan terhadap materi kuliah yang disampaikan oleh dosen, karena teman2 tidak mendapatkan informasi materi perkuliahan secara utuh atau lengkap, karena teman2 terlambat masuk ke ruang kelas. Sedangkan untuk minta dosen mengulangi penyampaian materi perkuliahan dari awal tidaklah mudah, karena tidak semua dosen bersedia untuk melakukannya.

Setelah teman2 masuk ke kelas tepat waktu, maka posisi tempat duduk juga harus anda perhatikan, karena posisi tempat duduk sangat mempengaruhi dalam menyimak materi kuliah yang disampaikan oleh dosen. Jangan sampai tempat duduk menghalangi penglihatan kita terhadap apa yang dituliskan oleh dosen di papan tulis, atau apa yang dipancarkan oleh slide OHP ataupun LCD.

Selain itu posisi tempat duduk kita jangan sampai mengganggu pendengaran kita terhadap suara dosen yang sedang menyampaikan materi kuliahnya, karena tidak semua dosen bersedia menggunakan alat pengeras suara dalam memberikan kuliah di kelas.

Pada waktu mengikuti kuliah di kelas juga harus mencatat berbagai kata kunci atau hal-hal penting sebagai intisari dari materi yang sedang disampaikan oleh dosen, dan setelah tiba di rumah bentuk catatan yang masih berupa garis besar itu harus disalin kembali secara rinci dan sistematis ke dalam buku khusus sesuai jenis mata kuliahnya. Proses menyalin kembali catatan kuliah ke buku khusus itu harus dilakukan pada hari itu juga, karena jika ditunda kemungkinan kita lupa memahami makna catatan yang telah kita lakukan, atau catatan kita itu hilang entah kemana.

2.      Belajar di Rumah.
Agar seluruh materi perkuliahan dapat dimengerti secara tuntas, maka teman2 harus menyediakan waktu untuk mempelajari kembali seluruh materi kuliah yang sudah diberikan oleh para dosen, karena akan sulit bagi kita untuk memahami materi kuliah jika hanya belajar di ruang kelas pada waktu tatap muka dengan dosen. Hal ini disebabkan waktu yang tersedia untuk belajar di kelas relative lebih singkat, sedangkan materi kuliah biasanya sangat banyak sehingga proses belajar di kelas biasanya lebih bersifat umum, sedangkan hal-hal yang lebih rinci harus kita baca sendiri dari buku wajib yang telah ditetapkan.

Adapun kegiatan belajar di rumah ini juga termasuk dalam hal mengerjakan berbagai tugas yang diwajibkan oleh dosen agar dapat lebih mendalami materi perkuliahan yang sedang dipelajari.

Agar kegiatan belajar di rumah dapat mencapai sasaran seperti yang diharapkan, maka langkah awal yang perlu kita persiapkan adalah menyiapkan berbagai keperluan alat tulis menulis secara lengkap di meja belajar kita, sehingga jika kita sudah duduk di meja belajar tidak perlu lagi bergerak kesana-kemari untuk mencari berbagai alat tulis, karena semuanya sudah tersedia di sekitar kita. Selain itu ruangan belajar kita hendaklah terasa nyaman dan menyenangkan, tidak terlalu panas atau terlalu dingin, dengan sirkulasi udara yang sehat serta dalam lingkungan yang tenang.

Agar materi kuliah dapat lebih dipahami, maka dari hasil membaca buku wajib yang telah ditetapkan itu, kita harus membuat ringkasan atau resume. Dalam membuat resume, kita harus menulis kembali pokok-pokok pikiran dari buku wajib yang telah kita baca dengan menggunakan redaksi kalimat yang kita buat sendiri agar lebih mudah dipahami.

3.      Memanfaatkan Perpustakaan.
Pada dasarnya perpustakaan itu hanyalah membantu kita untuk melengkapi bahan bacaan yang sudah kita miliki sebelumnya. Oleh karena itu untuk berbagai buku wajib yang sudah ditentukan oleh dosen sebaiknya dapat kita miliki secara pribadi, jadi untuk buku wajib kita tidak perlu lagi meminjamnya dari perpustakaan, karena biasanya untuk buku-buku tertentu jumlahnya masih terbatas dan jika ingin meminjam juga dibatasi waktu, sehingga belum selesai buku itu kita pelajari sudah harus dikembalikan.

Namun jika situasi yang belum memungkinkan untuk memiliki buku secara pribadi, atau masih memerlukan buku pelengkap yang lain, maka penggunanaan fasilitas perpustakaan merupakan salah satu pilihan yang tepat bagi para mahasiswa agar bisa mendalami berbagai materi perkuliahan/pengetahuan yang sedang dipelajari.

Untuk mendapatkan buku-buku yang diperlukan maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah melihat daftar katalog yang biasanya disediakan di ruang perpustakaan. Dari daftar katalog ini kita dapat melihat judul buku dan nama pengarangnya yang telah disusun secara alfabetis, sehingga mudah untuk menemukan buku- buku yang kita perlukan. Biasanya buku-buku yang sejenis seperti yang kita perlukan tersebut jumlahnya relatif banyak, karena pada satu judul buku dikarang dan diterbitkan oleh berbagai pihak, sedangkan berdasarakan aturan biasanya jumlah buku yang dipinjam tidak boleh lebih dari dua buah judul, sehingga berdasarakan aturan ini kita harus bisa memilih judul-judul buku yang betul-betul sesuai yang kita perlukan.

Untuk menentukan judul buku yang sesuai dengan yang perlukan itu, maka kita harus dapat membaca sepintas terhadap berbagai buku yang ada di perpustakaan, dan dari membaca sepintas ini kita dapat menetukan buku pilihan sesuai yang kita perlukan.

            E.Kiat Menghadapi Ujian

            Banyak siswa yang takut terhadap ujian nasional. Karena waktu yang di tempuh dalam sekolah selama bertahun-tahun di sekolah hanya ditentukan oleh Ujian Nasional tersebut. Maka dari itu, ada beberapa tips untuk mempersiapkan menghadapi ujian nasional tersebut.
1. Jaga kesehatan.
ini sangat penting, bayangkan jika kita ujian dalam keadaan kurang fit. Tentu sa
ja kita sulit untuk berkonsentrasi menghadapi ujian tersebut. Sehingga kesehatan menjadi alasan yang sangat penting untuk di perhitungkan.
2. Manfaatkan waktu luang.
manfaatkan waktu luang atau kosong untuk belajar. Dengan demikian waktu yang kita miliki tidak terbuang dengan sia-sia.
Misal pada waktu istirahat, nonton TV, dll, usahakan sambil belajar.
3. Tanya pada guru.
kalau saja kita tidak tahu tentang masalah, soal atau apakah, coba tanyakan pada guru. Kita harus berani mengungkapkan ketidaktahuan kita. Tentu sa
ja jika kita tanya sendiri kepada guru, 80% masalah tersebut akan selalu teringat.
4. Belajar dengan teratur
maksud belajar dengan teratur adalah belajar dengan tenang dan santai. Karena membuat pikiran kita tetap fresh. Jika terasa capek dalam belajar,
disarankan istirahat terlebih dahulu. Karena jika diteruskan belajar, percuma. Mungkin pelajaran tidak akan masuk ke otak kita.
6. Jangan terlalu dipikirkan.
Ujian nasional tidak perlu terlalu dipikirkan.
Lebih baik,  pikirkan pelajaran saja. Jika terlalu memikirkan ujian, kapan memikirkan pelajaran?
7. Hindari SKS.
Hindari SKS (sistem kejar semalam) apabila akan menghadapi ujian dengan metode SKS, ini mungkin pada waktu mengerjakan ujian akan merasa capek, lelah, ngantuk, dll karena semalam full belajar.
Ini juga harus di hindari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR RUJUKAN                                              

Pataki CS. Normal Child Development. In: Sadock BJ, Sadock VA, Editors. Comprehensive Textbook of Psychiatry. 7tg ed. Lippincott Williams & Wilkins : 2000. p.2534-2549

Spagna ME, Cantwell DP, Baker L. Learning Disorders. In: Sadock BJ, Sadock VA, editors. Comprehensive Textbook        

Nirwana, Herman dkk. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Padang: FIP UNP

Winkels, WS.1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo.        

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Makna Idiomatis dan Makna Peribahasa (Semantik)

IBDA:L DAN WAQAF

SEJARAH SASTRA PADA ZAMAN ABBASIYAH