FAKTOR KESULITAN BELAJAR
PEMBAHASAN
A.Jenis Masalah Belajar
Kesulitan belajar bukanlah
suatu diagnosis tunggal semata-mata, melainkan terdiri dari berbagai jenis
gangguan dengan berbagai macam gejala, penyebab, pengobatan dan perjalanan
penyakit. Tidak semua problem belajar merupakan suatu kesulitan belajar.
1. Gangguan Perkembangan Wicara &
Berbahasa
Problem wicara & bahasa
seringkali merupakan indikator awal adanya kesulitan belajar pada seorang anak.
Gangguan berbahasa pada anak usia balita berupa keterlambatan komunikasi baik
verbal ( berbicara ) maupun non-verbal. Secara umum dapat dikatakan bahwa bila
anak berusia 2 tahun belum dapat mengatakan kalimat 2 kata yang berarti, maka
anak mengalami
keterlambatan perkembangan wicara-bahasa.
Anak dengan Gangguan Perkembangan Wicara & Bahasa dapat mengalami kesulitan
untuk ;
• Memproduksi suara huruf/kata tertentu
• Menggunakan bahasa verbal/tutur dalam berkomunikasi, tetapi
pemahaman bahasanya baik. Orang
tua sering kali berkata “ anak saya
mengerti apa yang saya ucapkan, tetapi belum bisa berbicara “.
• Memahami bahasa verbal yang dikemukakan oleh orang lain,
walaupun kemampuan pendengarannya baik. Anak hanya dapat meniru kata-kata
tanpa mengerti artinya ( membeo ).
2. Gangguan Kemampuan Akademik (
Academic Skills Disorders )
Ada 3 jenis Gangguan Kemampuan
Akademik ;
1.
Gangguan Membaca
Membaca merupakan dasar utama untuk memperoleh kemampuan belajar di bidang
lainnya. Proses membaca ini merupakan suatu proses yang kompleks yang
melibatkan ke dua belahan otak. Persentasi dari Gangguan Membaca ini
dikatakan sebesar 2- 8 % dari anak usia sekolah. Anak yang mengalami
Gangguan Membaca menunjukkan adanya:
i. Inakurasi dalam membaca, seperti Membaca lambat, Sering terbalik dalam
mengenali huruf dan kata, misalnya antara kuda dengan daku, palu dengan lupa,
huruf b dengan d, p dengan q, dll
ii.
Pemahaman yang buruk dalam membaca, dalam arti anak tidak mengerti isi cerita/teks
yang dibacanya.
2.
Gangguan Menulis Ekspresif
Kondisi ini ditandai oleh ketidakmampuan
anak untuk membuat suatu komposisi tulisan dalam bentuk teks, dan keadaan ini
tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak seusianya. Gejala utamanya ialah
adanya kesalahan dalam mengeja kata-kata, kesalahan tata bahasa, kesalahan
tanda baca, paragraf dan tulisan tangan yang sangat buruk. Selain itu, mereka
juga mengalami kemiskinan tema dalam karangannya.
3. Gangguan Berhitung
Gangguan Berhitung merupakan suatu gangguan perkembangan kemampuan aritmatika
atau keterampilan matematika yang jelas mempengaruhi pencapaian prestasi
akademiknya atau mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak.
B.Upaya
Penangan Masalah Belajar :
A. Secara akademik
B. Secara psikologis
C. Lingkungan
Adapun
upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah belajar secara
akademik antara lain:
- Pengumpulan data. Yaitu untuk mencari informasi
sebanyak-banyaknya terhadap obyek (siswa yang bermasalah) guna menemukan
penyebab kesulitan belajar pada siswa.
- Pengolahan data. Agar diketahui sumber utama
kesulitan belajar pada siswa secara tepat, maka data yang terkumpul harus
diolah secara cermat karena masih mentah, belum dianalisis.
- Diagnosis, yaitu keputusan menentukan
sumber kesulitan belajar.
- Prognosis, yaitu
ramalan mengenai bantuan yang akan diberikan dalam mengatasi kesulitan
belajar.
- Tretment/perlakuan, yaitu pemberian bantuan,
seperti remedial teaching, bimbingan belajar, dan mengatasi
masalah pribadi.
- Evaluasi, yaitu untuk mengetahui apakah tretment
yang telah diberikan berhasil atau gagal, apakah ada kemajuan belajar pada
diri siswa atau tidak.
Adapun
upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah belajar secara
psikologis antara lain:
1. Pemeriksaan terhadap anak dengan kesulitan belajar sebaiknya dilakukan oleh
suatu tim kerja terpadu yang meliputi berbagai disiplin ilmu seperti:
a. Dokter anak
b. Psikiater anak
c. Psikolog
d. Orthopaedagog
2. Wawancara orang tua dan anak
o Riwayat kehamilan
o Riwayat perkembangan fisik dan mental anak
o Riwayat medik anak termasuk fungsi indera penglihatan dan pendengaran
o Riwayat keluarga dan ada tidaknya perubahan struktur keluarga
o Usia mulai timbulnya kesulitan belajar
o Ada tidaknya masalah kelurga yang dapat memicu timbulnya kesulitan belajar
pada anak
o Apakah ada tanda-tanda pencenderaan pada anak, baik fisik, emosi atau seksual
Adapun
upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah belajar secara
lingkungan keluarga antara lain:
Orang tua memainkan peranan yang penting dalam meningkatkan prestasi belajar
anaknya. Oleh karena itu ada beberapa petunjuk yang perlu diketahui oleh para
orang tua :
-Pilih waktu yang baik untuk belajar
-Pakai buku yang digunakan guru di sekolah
-Ciptakan suasana belajar yang nyaman dan
tenang
-Melatih anak untuk mendiskusikan isi suatu
buku dengan hanya melihat judul buku/sampulnya sebelum
anak mulai membaca
-Melatih anak untuk mengenal angka atau
huruf dengan alat peraga yang dapat diraba dan dengan warna-warna menarik
-Melatih anak untuk mengenal
operasionalisasi tanda dalam matematika dengan memberikan contoh-contoh dari
kehidupan sehari-hari
-Hindari komentar yang negatif
-Berikan kesempatan kepada anak bila ingin
mencoba menyelesaikan pekerjaan rumahnya sendiri
-Membantu anak belajar sambil bermain
Adapun
upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah belajar secara
lingkungan sekolah antara lain:
Menurut Prayitno (Herman dkk, 2006:159-160) masalah belajar siswa dapat
dientaskan melalui :
1. Pengajaran Perbaikan
Pengajaran perbaikan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada
seseorang atau sekelompok siswa yang mengalami masalah-masalah belajar dengan
maksud untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam proses dan hasil belajar
siswa.
2. Program Pengayaan
Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada
seseorang atau beberapa orang siswa yang sangat cepat dalam belajar.
3. Peningkatan Motivasi Belajar
Guru bidang studi, guru pembimbing, dan staf sekolah lainnya berkewajiban
membantu siswa meningkatkan motivasi dalam belajar. Salah satunya dengan cara menyesuaikan pengajaran dengan
bakat, minat, dan kemampuan.
4. Pengembangan Sikap dan Kebiasaan Belajar yang Baik
Setiap siswa diiharapkan menerapkan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif
karena prestasi belajar yang baik diperoleh melalui usaha atau kerja keras.
5. Layanan Konseling Individual
Dalam hubungan tatap muka antara konselor dengan klien (siswa) pada kegiatan
konseling diupayakan adanya pengentasan masalah-masalah klien yang telah
disampaikan pada konselor.
C.Kiat Belajar
Mandiri
Belajar
mandiri bukan berarti belajar sendiri. Seringkali orang menyalahartikan belajar
mandiri sebagai belajar sendiri. Kesalahpengertian tersebut terjadi karena pada
umumnya mereka yang kuliah di universitas terbuka cenderung belajar sendiri
tanpa tutor atau teman kuliah. Belajar mandiri berarti belajar secara
berinisiatif, dengan ataupun tanpa bantuan orang lain dalam belajar.
Sebagai
mahasiswa yang mandiri, kita tidak harus mengetahui semua hal. Kita juga tidak
mengharapkan menjadi mahasiswa jenius yang tidak membutuhkan bantuan orang
lain. Salah satu prinsip belajar mandiri adalah kita mampu mengetahui kapan
kita membutuhkan bantuan atau dukungan pihak lain. Pengertian tersebut termasuk
mengetahui kapan kita perlu bertemu dengan mahasiswa lain, kelompok belajar,
bahkan tetangga yang kuliah di universitas lain. Bantuan atau dukungan dapat
berupa kegiatan saling memotivasi untuk belajar. Bantuan atau dukungan dapat
juga berarti kamus, buku literatur pendukung, kasus dari surat kabar, berita
dari radio atau telivisi, perpustakaan, informasi, dan hal lain yang tidak
berhubungan dengan orang.
Yang
terpenting adalah kita mampu mengidentifikasi sumber-sumber informasi.
Identifikasi sumber informasi ini dibutuhkan untuk memperlancar proses
belajar pada saat kita membutuhkan
bantuan atau dukungan.
D.Kiat Belajar di Perguruan Tinggi
Cara belajar & sistem
belajar diperguruan tinggi jelas sangat berbeda dengan cara belajar di sekolah
menengah umum. Belajar di perguruan tinggi memerlukan kemandirian dan disiplin
pribadi. Setiap peserta kuliah dituntut aktif berpartisipasi tidak hanya datang
untuk mencatat bahan kuliah, tetapi juga untuk berlatih dan berdiskusi dalam
rangka memahami materi yang diajarkan.
Dosen-dosen
akan sangat senang bila mahasiswanya aktif menanyakan setiap topik yang dibahas
di dalam ruang kuliah maupun di luar kuliah. Biasanya dosen menyediakan
waktu konsultasi di luar jam kuliah.
1. Mekanisme Mengikuti
Kuliah.
Jangan datang terlambat, karena bila teman2 terlambat maka akan kehilangan
momen penting. Bila momen tersebut hilang, maka akan sulit untuk menyesuaikan
diri pada laju perkuliahan & laju penyampaian materi yang membahas materi
kuliah pada saat itu. Materi ini biasanya disampaikan dengan padat.
Periksalah materi perkuliahan dengan baik sebelum datang ke ruang kuliah.
2.
Sebaiknya teman2 telah mempelajari terlebih dahulu materi sebelumnya dan
membaca materi yang akan diajarkan. Jika masih belum mengerti, diskusikanlah materi
tersebut dengan dosen pengajar pada awal kuliah. Akan lebih baik lagi bila
teman2 membaca materi yang akan diajarkan sehingga pada saat perkuliahan teman2
telah memiliki gambaran perkuliahan secara umum & tidak terlalu asing
dengan istilah-istilah baru yang digunakan dalam perkuliahan.
Jangan dengan sengaja meninggalkan kuliah.
3.
Perkuliahan adalah suatu rangkaian penyampaian materi. Jika teman2 sekali
tidak ikut kuliah, maka teman2 harus belajar sendiri untuk memahami materinya,
dan jika materi tersebut belum dikuasai, maka akan sukar untuk memahami materi
berikutnya. Perlu diingat bahwa hampir seluruh mata kuliah mensyaratkan agar
dapat mengikut ujian, persentase kehadiran harus lebih dari 90 %.
Berpakaianlah secara sopan dan rapi.
4. Cara berpakaian seseorang
mencerminkan kepribadian orang tersebut. Berpakaian rapi meliputi mentaati
norma dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat serta menutupi seluruh aurat
dengan baik. Dengan berpakaian rapi selain tidak mengganggu orang lain juga
menunjukkan bahwa kita memiliki norma dan sistem nilai yang luhur. Diwajibkan
bagi para mahasiswa memakai sepatu saat menghadap dosen dan menghadiri
perkuliahan.
Keberhasilan dalam
menyelesaikan studi di perguruan tinggi dalam waktu yang relative singkat
merupakan impian seluruh mahasiswa, keluarga dan orang tua. Namun untuk dapat
mencapai sukses yang diinginkan itu bukanlah hal yang mudah, karena cara
belajar di perguruan tinggi lebih bersifat mandiri dibandingkan cara belajar di
tingkat pendidikan sebelumnya (SMU/SMK) yang lebih banyak dibimbing secara
langsung oleh para guru.
Oleh karena itu, jika para mahasiswa
tidak dapat menyesuaikan diri dalam belajar di perguruan tinggi, maka
kemungkinan besar mahasiswa yang bersangkutan akan gagal mencapai gelar
kesarjaan sebagaimana yang di cita-citakan, dan kalaupun berhasil mencapai
gelar kesarjanaannya pasti waktu studi yang dipergunakan untuk meraih gelar
tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama dari waktu normal yang
seharusnya.
Untuk membantu para mahasiswa agar
dapat menyelesaikan studinya di perguruan tinggi dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan, maka diperlukan kiat-kiat belajar yang sukses, yakni sebagai
berikut.
1.
Waktu Mengikuti Kuliah.
Dalam sistem perkuliahan konvensional, para mahasiswa diwajibkan untuk
mengikuti kuliah tatap muka minimal 75% dalam satu semester. Agar berhasil
mendapatkan tambahan pengetahuan dari dosen dalam kegiatan perkuliahan tersebut
maka sebelum berangkat ke kampus teman2 harus sudah mempersiapkan diri dengan
membaca terlebih dahulu buku wajib dari materi kuliah yang akan disampaikan
oleh para dosen pada hari itu. Untuk mengetahui jenis buku wajib dan materi apa
yang akan disampaikan oleh dosen, maka teman2 dapat mengetahuinya dari Satuan
Acara Perkuliahan (SAP), yang biasanya diberikan oleh dosen di awal perkuliahan
pada setiap semesternya.
Seandainya teman2 belum
mendapatkan SAP yang dibuat oleh dosen, teman2 dapat menanyakan garis-garis
besar materi perkuliahan tersebut kepada pada rekan-rekan mahasiswa senior yang
pernah mengikuti mata kuliah tersebut. Pakar pembelajaran dewasa ini sependapat
bahwa keberhasilan dan kebermaknaan dalam belajar ditentukan oleh kesiapan
belajar (readness of learning), demikian pandangan konstruktivisme dalam
pembelajaran.
Selain sudah membaca materi
perkuliahan, teman2 juga diharapkan tidak terlambat dalam mengikuti
perkuliahan, karena jika teman2 terlambat selain dapat mengganggu kosentrasi
dosen dan para mahasiswa lain yang sedang belajar, kemungkinan teman2 juga
tidak akan dapat membuat kesimpulan terhadap materi kuliah yang disampaikan
oleh dosen, karena teman2 tidak mendapatkan informasi materi perkuliahan secara
utuh atau lengkap, karena teman2 terlambat masuk ke ruang kelas. Sedangkan
untuk minta dosen mengulangi penyampaian materi perkuliahan dari awal tidaklah
mudah, karena tidak semua dosen bersedia untuk melakukannya.
Setelah teman2 masuk ke kelas
tepat waktu, maka posisi tempat duduk juga harus anda perhatikan, karena posisi
tempat duduk sangat mempengaruhi dalam menyimak materi kuliah yang disampaikan
oleh dosen. Jangan sampai tempat duduk menghalangi penglihatan kita terhadap
apa yang dituliskan oleh dosen di papan tulis, atau apa yang dipancarkan oleh
slide OHP ataupun LCD.
Selain itu posisi tempat duduk
kita jangan sampai mengganggu pendengaran kita terhadap suara dosen yang sedang
menyampaikan materi kuliahnya, karena tidak semua dosen bersedia menggunakan
alat pengeras suara dalam memberikan kuliah di kelas.
Pada waktu mengikuti kuliah di
kelas juga harus mencatat berbagai kata kunci atau hal-hal penting sebagai
intisari dari materi yang sedang disampaikan oleh dosen, dan setelah tiba di
rumah bentuk catatan yang masih berupa garis besar itu harus disalin kembali
secara rinci dan sistematis ke dalam buku khusus sesuai jenis mata kuliahnya.
Proses menyalin kembali catatan kuliah ke buku khusus itu harus dilakukan pada
hari itu juga, karena jika ditunda kemungkinan kita lupa memahami makna catatan
yang telah kita lakukan, atau catatan kita itu hilang entah kemana.
2.
Belajar di Rumah.
Agar seluruh materi perkuliahan dapat dimengerti secara tuntas, maka teman2
harus menyediakan waktu untuk mempelajari kembali seluruh materi kuliah yang
sudah diberikan oleh para dosen, karena akan sulit bagi kita untuk memahami
materi kuliah jika hanya belajar di ruang kelas pada waktu tatap muka dengan
dosen. Hal ini disebabkan waktu yang tersedia untuk belajar di kelas relative
lebih singkat, sedangkan materi kuliah biasanya sangat banyak sehingga proses
belajar di kelas biasanya lebih bersifat umum, sedangkan hal-hal yang lebih
rinci harus kita baca sendiri dari buku wajib yang telah ditetapkan.
Adapun kegiatan belajar di rumah
ini juga termasuk dalam hal mengerjakan berbagai tugas yang diwajibkan oleh
dosen agar dapat lebih mendalami materi perkuliahan yang sedang dipelajari.
Agar kegiatan belajar di rumah
dapat mencapai sasaran seperti yang diharapkan, maka langkah awal yang perlu
kita persiapkan adalah menyiapkan berbagai keperluan alat tulis menulis secara
lengkap di meja belajar kita, sehingga jika kita sudah duduk di meja belajar
tidak perlu lagi bergerak kesana-kemari untuk mencari berbagai alat tulis,
karena semuanya sudah tersedia di sekitar kita. Selain itu ruangan belajar kita
hendaklah terasa nyaman dan menyenangkan, tidak terlalu panas atau terlalu dingin,
dengan sirkulasi udara yang sehat serta dalam lingkungan yang tenang.
Agar materi kuliah dapat lebih
dipahami, maka dari hasil membaca buku wajib yang telah ditetapkan itu, kita
harus membuat ringkasan atau resume. Dalam membuat resume, kita harus menulis
kembali pokok-pokok pikiran dari buku wajib yang telah kita baca dengan
menggunakan redaksi kalimat yang kita buat sendiri agar lebih mudah dipahami.
3.
Memanfaatkan Perpustakaan.
Pada dasarnya perpustakaan itu hanyalah membantu kita untuk melengkapi bahan
bacaan yang sudah kita miliki sebelumnya. Oleh karena itu untuk berbagai buku
wajib yang sudah ditentukan oleh dosen sebaiknya dapat kita miliki secara
pribadi, jadi untuk buku wajib kita tidak perlu lagi meminjamnya dari
perpustakaan, karena biasanya untuk buku-buku tertentu jumlahnya masih terbatas
dan jika ingin meminjam juga dibatasi waktu, sehingga belum selesai buku itu
kita pelajari sudah harus dikembalikan.
Namun jika situasi yang belum
memungkinkan untuk memiliki buku secara pribadi, atau masih memerlukan buku
pelengkap yang lain, maka penggunanaan fasilitas perpustakaan merupakan salah
satu pilihan yang tepat bagi para mahasiswa agar bisa mendalami berbagai materi
perkuliahan/pengetahuan yang sedang dipelajari.
Untuk
mendapatkan buku-buku yang diperlukan maka langkah awal yang perlu dilakukan
adalah melihat daftar katalog yang biasanya disediakan di ruang perpustakaan.
Dari daftar katalog ini kita dapat melihat judul buku dan nama pengarangnya
yang telah disusun secara alfabetis, sehingga mudah untuk menemukan buku- buku
yang kita perlukan. Biasanya buku-buku yang sejenis seperti yang kita perlukan
tersebut jumlahnya relatif banyak, karena pada satu judul buku dikarang dan
diterbitkan oleh berbagai pihak, sedangkan berdasarakan aturan biasanya jumlah
buku yang dipinjam tidak boleh lebih dari dua buah judul, sehingga berdasarakan
aturan ini kita harus bisa memilih judul-judul buku yang betul-betul sesuai
yang kita perlukan.
Untuk
menentukan judul buku yang sesuai dengan yang perlukan itu, maka kita harus
dapat membaca sepintas terhadap berbagai buku yang ada di perpustakaan, dan
dari membaca sepintas ini kita dapat menetukan buku pilihan sesuai yang kita
perlukan.
E.Kiat Menghadapi Ujian
Banyak siswa yang takut terhadap
ujian nasional. Karena waktu yang di tempuh dalam sekolah selama bertahun-tahun
di sekolah hanya ditentukan oleh Ujian Nasional tersebut. Maka dari itu, ada beberapa tips untuk mempersiapkan menghadapi ujian nasional tersebut.
1. Jaga kesehatan.
ini sangat penting, bayangkan jika kita ujian dalam keadaan kurang fit. Tentu
saja kita sulit untuk berkonsentrasi menghadapi ujian
tersebut. Sehingga kesehatan menjadi alasan yang sangat penting untuk di
perhitungkan.
2. Manfaatkan waktu luang.
manfaatkan waktu luang atau kosong untuk belajar. Dengan demikian waktu yang
kita miliki tidak terbuang dengan sia-sia. Misal pada waktu istirahat, nonton TV, dll, usahakan
sambil belajar.
3. Tanya pada guru.
kalau saja kita tidak tahu tentang masalah, soal atau apakah, coba tanyakan
pada guru. Kita harus berani mengungkapkan ketidaktahuan kita. Tentu saja jika kita
tanya sendiri kepada guru, 80% masalah tersebut akan selalu teringat.
4. Belajar dengan teratur
maksud belajar dengan teratur adalah belajar dengan tenang dan santai. Karena
membuat pikiran kita tetap fresh. Jika terasa capek dalam belajar,disarankan
istirahat terlebih dahulu. Karena jika diteruskan belajar, percuma. Mungkin pelajaran
tidak akan masuk ke otak kita.
6. Jangan terlalu dipikirkan.
Ujian nasional tidak perlu terlalu dipikirkan. Lebih baik, pikirkan pelajaran saja. Jika terlalu
memikirkan ujian, kapan memikirkan pelajaran?
7. Hindari SKS.
Hindari SKS (sistem kejar semalam) apabila akan menghadapi ujian dengan metode
SKS, ini mungkin pada waktu mengerjakan ujian akan merasa capek, lelah,
ngantuk, dll karena semalam full belajar. Ini juga harus di hindari.
DAFTAR RUJUKAN
Pataki CS. Normal Child Development. In: Sadock BJ, Sadock VA, Editors. Comprehensive
Textbook of Psychiatry. 7tg ed. Lippincott Williams & Wilkins : 2000.
p.2534-2549
Spagna ME, Cantwell DP,
Baker L. Learning Disorders. In: Sadock BJ,
Nirwana, Herman dkk. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Padang: FIP
UNP
Winkels,
WS.1991. Psikologi Pengajaran.
Jakarta: Grasindo.
Comments
Post a Comment