Posts

Makna Idiomatis dan Makna Peribahasa (Semantik)

Makna Idiomatis dan Makna Peribahasa A.     Makna Idiomatis Idiom adalah satuan-satuan kebahasaan (kata, frase, dan kalimat) yang maknanya tidak dapat diketahui dari makna leksikal unsure-unsurnya maupun dari makna gramatikal satuan tersebut. Makna Idiomatis  adalah makna sebuah satuan bahasa (entah kata, frase, atau kalimat) yang ”menyimpang” dari makna leksikal dan makna gramatikal unsur-unsur pembentuknya. Untuk mengetahui makna idiom sebuah kata (frase atau kalimat) tidak ada jalan lain selain mencarinya dalam kamus. Contoh: تثلّج, تغيّم, تخشّب, تحجّر   mempunyai dasar berupa nomina ثلج, غيم, خشب, حجر Menurut kaidah gramatikal kata تحجّر ‘menjadi batu’, تخشّب   ‘menjadi kayu’, تغيّم ‘menjadi mendung’, تثلّج ‘menjadi es, keseluruhan kata diatas bermakna menjadi hal yang dikemukakan pada pada bentuk dasar. Akan tetapi beda lagi dengan kata تسوّق  (berasal dari kata dasar berupa nomina سوق ), kata tersebut mengalami proses grmatika yang sama ...

IDENTIFIKASI MAKNA KATA دار DALAM AL-QUR’AN

  A.       PENDAHULUAN Semantik merupakan salah satu cabang linguistik yang mengkaji makna bahasa. Posisi fungsional semantik ini didasarkan pada suatu realita bahwa tidak ada bahasa tanpa makna dan salah satu yang dibahas dalam semantik bahasa arab adalah pembahasan tentang polisemi. Polisemi adalah adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Soedjito dan Djajasudarma (dalam Ainin & Asrori, 2008: 79) mendefinisikan polisemi merupakan kata yang mempunyai makna banyak (ganda / lebih dari satu). Polisemi sering kali dikacaukan dengan homonimim, akan tetapi Soedjito (dalam Ainin & Asrori, 2008: 80) menjelaskan bahwa polisemi bersumber pada satu kata saja dan maknanya masih berhubungan atau berdekatan. Sedangkan homonimi bersumber pada dua kata atau lebih dan maknanya tidak berhubungan. Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang jenis kata yang mempunyai b...